Beberapa Hal yang Menjadi pertimbangan perempuaan saat memutuskan menikah
Beberapa Hal yang Menjadi pertimbangan perempuaan saat memutuskan menikah

Melamar perempuan yang dicintai memang adalah harapan setiap pria. Bisa menjadi pasangan selamanya untuknya adalah mimpi besar yang ada di benak setiap pria. Membayangkan tinggal serumah, menikmati masakan orang yang dicintai setiap hari, tentu adalah hal yang pasti diidamkan. Hingga mahligai pernikahan adalah madu dari ikatan cinta yang paling sakral.

Ketika kamu berpikir telah memiliki segala yang mampu membahagiakan si dia, tahukah bahwa perempuan memutuskan menikah denganmu bukan hanya tentang perkara cinta yang menjadi pertimbangan? Ada beberapa pertanyaan penuh keraguan tentang masa depannya namun tak bisa dia suarakan? Pengin tahu apa itu, berikut uraiannya.

Tentang sekuat apa bahumu untuk menggantikan sandarannya yang semula ia percayakan kepada ayahnya.

Hidup tak melulu menjanjikan manis. Pernikahan bukanlah jembatan menuju rumah baru dengan segala kesempurnaan. Pernikahan bukanlah ujung dari perjalanan kesendirian. Pernikahan hanyalah jembatan menuju fase baru. Fase yang di dalamnya tetap ada kehidupan. Dan bukan kehidupan namanya jika semua hanya tentang rasa manis. Bukan kehidupan namanya jika kamu tidak akan merasakan lagi yang namanya ditinggalkan. Oleh apapun, oleh siapapun.

Maka, satu pertanyaan muncul di benak perempuan sebelum memutuskan menikah. Sanggupkah kamu, yang kelak dipilih menjadi sandarannya yang semula ia percayakan kepada ayahnya. Yang tanpa lelah bersedia ada, bahkan ketika kehidupan memberi tamparan keras padanya. Atau ketika nasib baik tak berpihak padanya. Kuatkah untuk selalu ada tanpa sedikitpun kamu mengeluh lelah?

sekuat apa bahumu untuk menggantikan sandarannya yang semula ia percayakan kepada ayahnya.
sekuat apa bahumu untuk menggantikan sandarannya yang semula ia percayakan kepada ayahnya.

Tentang setebal apa keimananmu untuk dijadikan tauladan untuknya dan keturunannya kelak

Berbicara pernikahan, tentu adalah suatu ikatan sakral yang inginnya hanya terjadi satu kali seumur hidup. Sebuah ikatan, yang inginnya membawa kepada kebaikan. Sebuah ikatan, yang inginnya mampu membawa perubahan.

Seorang perempuan tentu membutuhkan imam dengan ketebalan iman. Agar perahunya punya tujuan. Agar perahunya mampu mencapai pulau harapan karena dikemudikan awak yang andal. Agar kelak ketika anaknya bertanya tentang tauladan, dia bisa mencontoh ayahnya setelah nabinya.

Tentang sebaik apa karakter dan masa depanmu

Ketika memutuskan menikah, karakter dan masa depan adalah dua hal yang kadang berikatan. Contohnya, saat seorang pria memiliki karakter pekerja keras, ulet, rajin menabung, ada masa depan baik yang menantinya.

Karena bagaimanapun setiap perempuan ingin dibahagiakan. Setiap perempuan ingin menjadi ratu dalam rumahnya. Dan untuk mewujudkannya perlu karakter yang baik agar mampu memberi masa depan yang baik pula.

Nah, pastikan kamu memiliki karakter yang baik, agar perempuanmu yakin menerima ajakan menikah denganmu.

Tentang sejauh apa penerimaan yang akan diberikan keluargamu

Restu orang tua adalah hal penting dalam kebahagiaan rumah tangga. Tanpa adanya restu orang tua dan kaluarga, pernikahan hanya seperti rumah tanpa dinding. Tidak ada yang memberi perlindungan dari serangan orang luar. Tidak mampu menjadi tempat persembunyia.

Mengantongi restu dari orang tua kedua belah pihak adalah kado terbaik untuk sebuah jalinan pernikahan. Tak heran, banyak perempuan yang mempertimbangkan dan meragukan apakah kehadirannya mampu diterima di keluarga pasangan, terutama orang tua pasangan? Karena restu yang paling baik datang ketika seorang menantu bisa dianggap sebagai anak perempuan oleh mertuanya.

akrab dengan mertua
akrab dengan mertua

Nah, itulah kiranya beberapa pertanyaan penuh keraguan tentang masa depannya namun tak bisa dia suarakan saat mempertimbangkan ajakan menikah. Ketahuilah, saat seorang perempuan memutuskan menikah, disanalah letak cinta paling agung, di mana semua yang ia punya, jiwa, raga, hidupnya dia berikan kepadamu.

Maka, jika perempuanmu mengiyakan ajakanmu, jaga tulus kepercayaannya. Kepercayaan bahwa kamu mampu menjadi sosok pengganti ayah, mampu menjadi imam, mampu menjadi tauladan, mampu memberi kebahagiaan, dan mampu memberi kenyamanan termasuk kenyamanan mental.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.