Cara Membedakan Charger Asli dan Charger Palsu
Cara Membedakan Charger Asli dan Charger Palsu

Di era yang serba digital seperti sekarang, smartphone adalah salah satu hal penting dalam hidup. Hal ini tidak bisa dipungkiri lagi, karena kita bisa mengetahui hampir semua informasi dari smartphone.

Bahkan bisa dibilang smartphone bisa dikatakan lebih penting daripada dompet. Pernah dengar kan, ada yang bilang “lebih memilih tertinggal dompet dibanding dengan smartphone”. Smartphone telah menjadi bawaan wajib bagi orang-orang di kota besar.

Di sisi lain, kita sangat membutuhkan smartphone. Jika kita sering menggunakannya, tentu batre-nya cepat habis. Umumnya, dalam sehari bisa sampai 2 kali mengisi batre.

Nah untuk masalah mengisi batre di smartphone ini sangat penting. Dengan seringnya mengisi daya batre, terkadang charger kita lebih cepat rusak.

Hal tersebut karena pemakaian kita yang kurang bagus. Jika sudah mengalami masalah charger rusak, kadang kita akan ragu ketika ingin membeli charger.

Keraguan tersebut karena kita takut charger yang kita beli itu asli atau tidak. Karena jika charger kw alias palsu, ketika digunakan, saat mengisi smartphone kita akan lama, dan parahnya lagi adalah akan membahayakan smartphone kita.

Tentunya kita bisa beli charger yang asli di toko resmi. Namun, biasanya harga di toko resmi lebih mahal dibanding toko biasa.

Tapi sebelum kamu membeli charger, lebih baik bisa cek dulu perbedaan charger asli dan palsu. Setiap merek smartphone, akan memiliki jenis pemalsuannya. Seperti apa sih? Yuk simak artikel dari Smangap di bawah ini.

iPhone

Charger iPhone palsu kini banyak sekali beredar di pasaran. Nah untuk merek iPhone lumayan susah bagaimana membedakan charger asli atau tidak. Charger asli tertulis dengan “Made in California”, dan warna logo yang asli lebih gelap.

Samsung

Charger merek Samsung juga banyak sekali beredar di pasaran. Harga charger Samsung palsu bervariasi, bahkan ada yang di bawah 25 ribu.

Untuk membedakan charger smasung palsu atau tidak, kamu bisa melihat pada tulisan yang tercetak pada charger. Kalau tulisannya adalah “A+” dan “Made in China” dipastikan bahwa charger tersebut palsu.

Huawei

Meski tak sebanyak merek Samsung, pengguna Huawei di Indonesia juga lumayan kok jumlahnya. Oleh karena itulah, banyak yang menjual charger palsu. Untuk membedakan apakah asli atau tidak, kamu bisa melihat pada informasi barcode dengan mencocokkan pada informasi yang tercetak pada adaptor. Jika sesuai atau sama, maka charger terseut asli. Sebaliknya, jika informasinya berbeda, bisa dipastikan charger tersebut palsu.

Xiaomi

Saat ini pengguna merek Xiaomi di Indonesia jumlahnya terus meningkat. Bahkan Xiaomi menjadi salah satu pilihan saat membeli smartphone. Dengan harga yang lebih murah, dan spesifikasinya bagus, maka Xiaomi penggunanya terus bertambah.

Di sisi lain, dengan keberadaan yang banyak diminati oleh masyarakat, maka banyak pula yang membuat charger palsu Xiaomi. Untuk membedakan apakah asli atau tidak, kamu bisa mengukur panjang kabelnya.

Jika panjangnya tidak lebih dari 120cm, dan adaptornya besar, kemungkinan charger tersebut palsu.

Nah itulah cara untuk membedakan charger asli dan palsu. Semoga dengan membaca artikel ini, kamu lebih teliti saat ingin membeli charger, ya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.