Sepercaya Apapun Kamu, Jangan Pernah Membicarakan Hal ini Kepada Pasangan
Sepercaya Apapun Kamu, Jangan Pernah Membicarakan Hal ini Kepada Pasangan

Memiliki pasangan yang mau mendengar berbagai keluh kesah kamu memang adalah hal yang sangat menyenangkan. Baik hal kecil maupun hal besar, kamu sudah tak ragu untuk membaginya dengan pasangan. Alasannya normal, ingin ada keterbukaan satu sama lain. Hubungan yang cukup lama terjalin menjadi alasan kamu bisa menumpahkan segala kepercayaanmu padanya.

Padahal sedekat apapun hubungan, bukan berarti kamu jadi kehilangan privasi. Kamu tetap perlu merahasiakan hal tententu demi kelancaran hubungan kamu dengannya. Keterbukan dalam sebuah hubungan perlu, tapi keterbukaan yang berlebihan bisa menjadi hambatan untuk hubunganmu.

Berikut hal-hal yang sebaiknya kamu simpan sendiri, tidak perlu menceritakannya kepada pasangan.

Niatnya ingin membuatnya termotivasi, tapi kamu salah jika caranya dengan membandingkan pasangan dengan mantan.

Niatnya sih bikin pasangan termotivasi dengan menyebutkan kelebihan-kelebihan mantan, tapi taukah kamu, sekalipun pasanganmu tak berkomentar dan tetap diam, taukah kamu jika dia tidak menyukai obrolan apapun tentang mantanmu. Apalagi jika membandingkan.

Tidak ada satu orangpun yang menyukai ketika diringannya dibanding-bandingkan dengan mantan pasangannya.

membandingkan pasangan dengan mantan
Membandingkan pasangan dengan mantan

Niatnya sih agar pasanganmu lebih mengenal orangtuamu, tapi jika harus menceritakan semua obrolan dengan orangtua  kepada pasangan, bisa jadi kamu kena masalah.

Siapa sih yang gak ingin melihat pasangan mengenal keluargamu dengan baik? Harapannya ada penerimaan dari pasangan terhadap apapun kekurangan orang tua mu. Dengan alasan ini, kamu membeberkan obrolan apapun anatara kamu dengan orang tua mu kepada pasangan. Termasuk kritikan-kritikan orang tua mu yang ditujukan kepada pasangan.

Memang sih wajar, kritikan bisa membangun pasanganmu menjadi pribadi yang lebih baik. Tapi jika kamu menyampaikan keseluruhan obrolan, bisa jadi pasanganmu sakit hati. Akan lebih baik jika kamu hanya menceritakan garis besarnya saja atau hal-hal santai yang memang tidak akan menimbulkan konflik.

menceritakan semua obrolan dengan orang tua kepada pasangan
Menceritakan semua obrolan dengan orang tua kepada pasangan

Kehilangan topik pembicaraan bukan berarti bisa jadi alasan untuk menceritakan rahasia teman terdekatmu.

Kehilangan obrolan sampe bingung mau ngomong apa lagi, bukan berarti kamu bisa nyomot rahasia sahabatmu untuk menjadi bahan obrolan. Niatnya sih biar gak ngebosenan, tapi mencerikan rahasia sahabat ke pasangan itu sama saja kamu menodai kepercayaan yang telah diberikan sahabatmu. Jika dia tahu, dia bisa kecewa bahkan marah sama kamu loh.

menceritakan rahasia teman terdekatmu
Menceritakan rahasia teman terdekatmu kepada pasangan

Cemburu tanda cinta, tapi bukan berarti kamu bisa bercerita ketika ada orang lain yang sedang menyukaimu hanya agar melihatnya cemburu.

“Ceritain soal Indra yang baru nembak aku tadi malem ah sama Hendra. Kalo dia cemburu berarti Hendra beneran sayang sama aku.”

Awalnya sih pengen bikin dia cemburu, tapi jangan sampe obrolan itu malah membuatmu repot sendiri. Alih-alih cemburu, pasanganmu malah menuduhmu genit atau bahkan sudah berselingkuh dengannya. Hati-hati ya dalam memilih bahan obrolan.

bercerita ketika ada orang lain yang sedang menyukaimu hanya agar melihatnya cemburu.
bercerita ketika ada orang lain yang sedang menyukaimu hanya agar melihatnya cemburu.

Jaga perasaannya dengan tidak membicarakan hal-hal yang membuatnya terluka.

Niatnya sih ingin membuat pasangan lebih tahu apa yang kamu dan apa yang tidak kamu suka. Tapi dengan membeberkan semua ketidaksukaanmu apalagi tentang semua kado pemberiannya, bisa-bisa dia sakit hati bahkan ilfil sama kamu.

Jadi, jika kado-kado pemberiannya mengecewakan atau tidak sesuai ekspektasi, apa salahnya jika kamu berpura-pura menyukainya. Hal ini bisa membuatnya bahagia loh.

Begitupun dengan pembicaraan-pembicaraan lainnya. Kedekatan yang sudah terjalin lama, tidak lantas menjadi alasan untukmu bebas membicarakan hal apapun termasuk hal-hal yang bisa melukainya.

Menjaga perasaan pasangan
Menjaga perasaan pasangan

Lama menjalin hubungan, bukan berarti kamu bisa memberikan password sosial mediamu kepadanya. Kamu tetap perlu privasi.

Memiliki pasangan dan sudah menjalin hubungan cukup lama dengannya, tidak lantas membuatmu kehilangan privasi. Mengenai password sosial media dan handphone mu, kamu tetap punya kendali.

Saling percaya bisa kok ditunjukan dengan hal lain bukan hanya saling memberikan password pribadi kamu.

Berbagi password sosial media sampai handphone dengan pasangan
Berbagi password sosial media sampai handphone dengan pasangan

Nah, ingat ya… sejauh atau selama apapun kalian sudah berhubungan, privasi itu tetap diperlukan. Pintar-pintarlah dalam memfilter obrolan. Jangan sampe kamu kehilangan privasi apalagi kehilangan pasanganmu karena kamu tidak pernah menjaga perasaannya.

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.